• 9849123456
  • admin@tourdesingkarak.info
  • Padang, Sumatra Barat, Indonesia

Uchima Kohei Kembali Naik Podium

uchim

Uchima Kohei dari Japan Cycling Federation kembali naik podium sebagai pemenang etape enam Tour de Singkarak 2014. Sebelumnya, di etape pertama Kohei membuka gelaran lomba balap sepeda keliling Sumatera Barat ini juga dengan podium juara.

Melewati jalur Padang Panjang menuju Kota Solok, Kohei menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 2 jam 33 menit 48 detik. Dibelakangnya menempel Soufiane Haddi dari Skydive Dubai Pro Cycling Team dan Dadi Suryadi dari Pegasus Continental Cycling Team di tempat kedua dan ketiga dengan selisih waktu 39 detik dan 41 detik.

Etape yang berjarak 111 km ini memiliki jalur yang menurun dan landai, dengan tiga tanjakan (KOM) dan dua jalur landai (sprint), pembalap spirint pun menjadi raja jalanan kali ini. Saat start, Kohei, Haddi, dan Dadi tidak berada di dalam pleton besar. Mereka justru tertinggal dari enam pembalap dari Iran, Indonesia, dan Filipina. Namun, mendekati 15 km balapan, Kohei berhasil mengambil posisi terdepan, bersama tiga pembalap lainnya.

Kohei baru benar-benar memimpin sendiri di depan selepas tanjakan (KOM) ketiga di kilometer 75 Sawahlunto, dia ditempel ketat oleh Haddi dan Dadi di belakangnya. Hingga 1 km terakhir jelang garis finish, Kohei memberikan jarak dengan kedua pembalap yang mengejarnya dengan gap waktu 33 detik, hingga akhirnya finish terlebih dahulu.
“Senang, karena berhasil kembali naik podium. Jalur landai memang menjadi spesialisasi, jadi saya berusaha untuk bisa mengambil di etape ini,” tutur Kohei.

Pada balapan kemarin, hampir tidak ada perubahan di perebutan jersey. Hanya di kaus Hijau untuk raja sprint yang mengalami perubahan juara. Jika di dua etape sebelumnya dipegang oleh Cris Joven dari Team 7 Eleven Roadbike, kemarin direbut oleh Arvin Moazemi Godarzi dari Pishgaman Yadz, kendati sama-sama mengumpulkan total nilai yang sama 20 poin.

Sedangkan untuk kaus polkadot untuk raja tanjakan, kaus Merah Putih, dan kaus Kuning untuk pimpinan klasemen umum tidak ada perubahan. Ramin Mehrbaniazar dari Pishgaman Yadz tetap memakan kaus polkadot usai mengumpulkan poin tertinggi 26. Dia menyisihkan pembalap LBC MVP Sports Cycling Team, Junrey A. dan Sajjad Sabouri dri Tabriz Petrochemical Team.

Untuk kaus Merah Putih, Dadi kembali menjadi pembalap Asia Tenggara tercepat dengan waktu 17 jam 29 menit 23 detik atau selisih 4 menit 17 detik dengan pembalap Tim Nasional Indonesia Bambang Suryadi di tempat kedua. Posisi ketiga pembalap ASEAN tercepat direbut pembalap FIlipina Ryan Boots Cayubit yang membukukan waktu 17 jam 34 menit 20 detik. Pada etape kemarin, ada satu pembalap dari Binong Baru Club Pessel Uus Suhendar yang mengalami kecelakaan serius. Dia mengalami patah tulang bahu setelah bertabrakan dengan mobil pengiring tim di 1 km jelang garis finish. Kencangnya tabrakan membuat kaca belakang mobil pengirim tim pecah.

Podium ini juga merupakan yang kedua bagi Dadi, sebelumnya, dia merebut podium di tempat kedua pada etape ke tiga dari Lima Puluh Kota – Tanah Datar. Dia juga kembali mempertahankan kaus Merah Putih, raihannya itu menjadi yang keempat kali bagi dia, sejak meraihnya di etape ketiga.

Pelatih Pegasus, Wawan Setiobudi menuturkan Dadi sejak latihan menunjukkan hasil yang menjanjikan sejak persiapan, khususnya di waktu tanjakan. “Jadi kami mengandalkannya di hampir semua etape perlombaan,” ucap Wawan.

Dia mengaku pencapaian Dadi telah membayar kerja keras tim untuk mendapatkan lisensi tim continental dari Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI). Pegasus, yang disponsori oleh Bakrie Group, telah berusaha mendapatkan lisensi tim Continentalnya sejak November tahun lalu dan baru mendapatkan lisensi tersebut Maret tahun ini. Hal itu membuat mereka telat untuk mendaftarkan diri ke beberapa event perlombaan karena sudah tutup pendaftarannya. Tour de Singkarak ini merupakan event kedua yang mereka ikuti setelah sebelumnya bertanding di Filipina.

Pegasus yang merupakan satu-satunya tim Continental dari Indonesia ini berisikan para pemain Timnas yang tersisihkan. Mengomentari hal tersebut, Wawan mengatakan biarkan publik yang menilai kinerja dari para pembalap mantan Timnas ini. Pada klasemen umum tim, Pegasus per etape keenam masih menempati posisi keempat dibawah Pishgaman, Tabiz Shadari Rangking, dan Team 7 Eleven Pro cycling.

SUMBER : pikiran-rakyat.com –┬áKamis, 12/06/2014 – 14:33