• 9849123456
  • admin@tourdesingkarak.info
  • Padang, Sumatra Barat, Indonesia

Tour de Singkarak Bikin Sawahlunto Mendunia

eOSdwPXTi8

Enam tahun sudah, Tour de Singkarak diadakan di Sumatera Barat. Enam kali pula Sawahlunto menjadi tuan rumah. Banyak perubahan terjadi, wisatawan asing pun banyak berdatangan.

Hal ini disampaikan Ali Yusuf, Walikota Sawahlunto mengatakan, bahwa event TdS ini membawa impact positif bagi Padang, khususnya Sawahlunto.

“Banyak turis asing mengenal Sawahlunto berkat Tour de Singkarak,” katanya kepada Okezone di Sawahlunto, Padang.

Dikatakannya, wisatawan asing biasa menghabiskan waktu dua hingga tiga hari di Sawahhlunto. Bahkan dengan adanya Tour de Singkarak, Sawahlunto dipercaya menjadi tuan rumah menginapnya atlet dan tamu lainnya.

“Sawahlunto dipercaya menjadi akomodasi hunian tamu dan atlet, meski mereka melakukan start atau finish di kota lain,” tambahnya.

Sawahlunto memiliki banyak bangunan tua peninggalan Belanda. Sebagian bangunan ditetapkan pemerintah setempat sebagai cagar budaya dan objek wisata, salah satunya adalah Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto.

Bangunan tua lainnya adalah Kantor PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin dibangun tahun 1916. Bangunan ini memiliki menara pada bagian tengah dan di sekitarnya terdapat taman yang dikenal sebagai Taman Segitiga.

Selain itu, dapur umum yang sebelumnya dapat memproduksi makanan setiap waktu untuk ribuan pekerja paksa dan stasiun kereta api sebagai tempat dilakukannya aktivitas pengangkutan batu bara dijadikan museum tahun 2005. Masing-masing dinamakan Museum Gudang Ransum dan Museum Kereta Api Sawahlunto.

Sedangkan bangunan pusat pembangkit listrik didirikan tahun 1894, sejak 1952 dijadikan masjid dengan nama Masjid Agung Nurul Islam atau dikenal sebagai Masjid Agung Sawahlunto. Masjid ini memiliki satu kubah besar di tengah yang dikelilingi oleh empat kubah dengan ukuran yang lebih kecil, dan memiliki menara yang tingginya mencapai 80 meter.

SUMBER : okezone.com – Senin, 16 Juni 2014 – 23:40 wib