• 9849123456
  • admin@tourdesingkarak.info
  • Padang, Sumatra Barat, Indonesia
News

Tour de Singkarak 2016 Diikuti 230 Peserta (Update)

Hingga hari ini tercatat 23 tim balap sepeda yang terdiri dari 18 tim internasional dan lima tim nasional dengan total 230 peserta, siap adu cepat dan kekuatan dengan menjelajahi delapan etape sepanjang 1102,7 km pada ajang lomba balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2016. Event sport tourism yang ke-8 kali ini digelar 6-14 Agustus 2016 mendatang yang dimulai dari Solok dan berakhir di Kota Padang. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat jelang pelaksanaan nantinya.

Ajang ini masuk dalam kalender balap sepeda tahunan dunia Union Cycliste Internationale (UCI) atau UCI Road Calendar 2016. Bukan hanya itu, promotor event pada penyelenggaraan akan meningkatkan total hadiah menjadi Rp 2,5 miliar, sedangkan tahun lalu sebesar Rp 2,4 miliar.

Pelaksanaan TdS 2016 akan mengambil start dari Solok dan berakhir di Kota Padang. Sebanyak 23 tim peserta TdS 2016 akan adu kekuatan dengan menjelajahi delapan etape sepanjang 1102,7 km dan menyusuri alam Minangkabau yang memiliki beraneka ragam obyek wisata alam (nature) dan budaya (culture), dan buatan (manmade) sebagai daya tarik dan keunggulan destinasi pariwisata Sumbar.

Ketua Umum PB Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), Raja Sapta Oktohari menilai kemajuan Tour de Singkarak (TdS) selama tujuh kali penyelenggaraan dan suksesnya Tour de Flores (TdF) untuk pertama kali, membuat bersama pemerintah rencanakan Tour de Nusantara yang merupakan rangkaian dari semua tour yang digelar di Tanah Air. Hal itu memang baru rencana yang akan digelar akhir tahun ini atau tahun depan.

“Hal ini sudah disampaikan ke Menpora Imam Nahrawi dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Kedengerannya seram, tapi bukan tidak mungkin itu bisa dilakukan. Karena dulu ada Tour de Sabang, Danau Toba, Singkarak, Sumsel, Flores, Bali, kemudian Borneo, Lombok, dan berakhir di Papua. Menariknya peserta yang datang ke Indonesia akan mengumpulkan poin supaya bisa berkali-kali lipat dan ini membuat turis menjadi lebih lama tinggal di Indonesia,” ucapnya usai launching TdS 2016 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (25/7/2016) malam.

Sementara itu, Menteri Parawisata Arief Yahya mengakui sejak pertama kali TdS diselenggarakan pada 2009 dalam perjalanannya mengalami banyak kemajuan. Pada 2013, Amauri Sport Organisation (ASO) sebagai official organizer Tour de France merekomendasi TdS menjadi kejuaraan mayor di Asia karena mampu menyedot lebih dari satu juta penonton.

“Berdasarkan data Union Cycliste Internationale (UCI), TdS menduduki peringkat dunia ke-5 balap sepeda internasional dengan jumlah penonton terbanyak, setelah Tour de France (12 juta penonton), Giro d’Italia (8 juta), Vuelta a Espana (5 juta), Santos Tour Down Under (750 ribu) dan TdS (550 ribu). Ini artinya TdS efektif sebagai sarana promosi dalam rangka meningkatkan kunjungan dan awareness wisatawan juga memberikan direct impact dan media value yang tinggi,”kata Arief.

 

sumber : Raikhul Amar – sindonews.com