• 9849123456
  • admin@tourdesingkarak.info
  • Padang, Sumatra Barat, Indonesia

Sembilan Etape Menantang Siap Menyapa Pembalap

op

Sembilan etape dengan lintasan sejauh 1.155 km siap menanti para peserta Tour de Singkarak (TdS) 2014.

Berbeda dengan tahun lalu yang hanya tujuh etape, tahun ini, tantangan TdS edisi keenam akan lebih menantang dengan rute yang lebih panjang.

Direktur Perlombaan, Sondi Sampurno menuturkan dengan penambahan satu wilayah kota/kabupaten di etape kedua, membuat perlombaan akan lebih ketat waktunya, namun lebih lengkap tahun ini.

“Dengan bertambahnya rute, maka waktu perlombaan akan lebih padat. Seperti sebelum-sebelumnya, rute tetap akan didominasi medan jalan berkelok dengan turunan dan tanjakan yang menantang untuk para pembalap profesional,” katanya.

Etape pertama sejauh 98,5 km akan dimulai di Padang Pariaman. Pada etape ini, para pembalap akan berkeliling kota Pariaman dan finish di Pantai Gandoriah. Etape kedua sepanjang 123,5 km akan menempuh jalur baru Pasaman-Pasaman Barat.

Danau Maninjau dengan Kelok 44-nya akan menjadi ajang perebutan gelar raja tanjakan atau King of Mountain (KOM). Berlanjut ke etape ketiga dari 50 kota hingga tanah datar dengan jarak tempuh 100 km.

Memasuki etape keempat hingga enam, rute terjal akan mulai dilalui oleh para pembalap. Di etape keempat akan melalui jalur Bukittinggi-Agam. Di jalur ini para pembalap akan melewati kelok 9 dan melalukan 500 m sprint di pusat kota payakumbuh.

Etape kelima berlanjut dari Payakumbuh menuju Solok Regency dengan jarak 102 km. Pada etape keenam dengan rute Pandang Panjang-Kota Solok, para pembalap akan disuguhi pemandangan luar biasa dari Danau Singkarak.

Di stage ketujuh dengan jarak tempuh terpanjang 167,5 km dari Sijunjung-Dharmasraya, berlanjut di etape kedelapan dengan jalur Sawah Lunto-Solok Selatan yang juga menjadi rute dengan jarak terpanjang pada balapan ini 167 km.

Perlombaan pun berakhir di etape kesembilan dengan rute Pesisir Selatan dan finish di Padang dengan jarak 120,5 km.

“Daerah yang berbahaya adalah jalur yang melalu bukit sileh, karena jalannya curam. Memang tidak berbahaya bagi pembalap karena mereka biasanya sudah terbiasa, namun justru berbahaya untuk para pengiring. Sedangkan kelok sembilan meskipun tahun lalu ada pembalap yang kecelakaan, tapi kami menilai tidak mengkhawatirkan seperti jalur bukit sileh,” ucap Sondi.

Untuk mengamankan jalannya perlombaan agar hal-hal yang diinginkan tidak terjadi, maka pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan bahkan melakuka survey tempat hingga 4 kali.

“Semua persimpangan, dan garis start serta finish menjadi fokus pengamanan untuk menjaga keselamatan pembalap maupun penonton,” katanya.

Sementara itu, jumlah peserta balapan tahun berkurang setelah dua tim internasional dari Monglia dan uzbekistan menyatakan mundur mendekati hari H. Mundurnya dua tim tersebut, menurut Sondi dikarenakan hal non teknis.

“Karena pelaksanaan Tour de Singkarak ini berada dalam peak bulan balapan, maka sebagian memang memilih ikut Tour Korea karena hadiahnya lebih besar. Namun juga ada yang kehabisan biaya karena banyaknya penerbangan yang cancel,” katanya.

Dengan mundurnya dua tim tersebut, maka total akan ada 144 pembalap yang akan bersaing. Sayangnya untuk tahun ini tidak ada tim asal Jawa Barat yang ambil bagian.

Padahal pada pelaksanaan sebelumnya Putra Perjuangan sempat menyabet gelar tim dengan penampilan terbaik.

Ke-18 tim lainnya yang siap berlomba yakni, Avanti Racing Team (Australia), LBC-MVP Sports Foundation Cycling Team (Filipina), OCBC Singapore Continental Cycling Team (Singapura), Pishgaman Yazd (Iran), Skydive Dubai Pro Cylcling Team (UAE), Tabriz Petrochemical Team (Iran), Team 7 Eleven Road Bike Philippines (Filipina), Terengganu Cycling Team (Malaysia), Japan National Team (Jepang), United Arab Emirates Cylcing Federation (UAE), Team Gusto (Taiwan), Tabriz Shahardari Ranking (Iran), Pegasus Continental Cylcling Team (Indonesia), Binong Baru Club Pessel (Indonesia), Custom Cycling Club (Indonesia), BRCC Banyuwangi (Indonesia), Tim Nasional Indonesia, dan Malaysia National Cycling Federation (Malaysia).

SUMBER : pikiran-rakyat.com – Jumat, 06 Juni 2014 | 18:45 WIB