• 9849123456
  • admin@tourdesingkarak.info
  • Padang, Sumatra Barat, Indonesia

Pebalap Iran Kuasai Etape 4 TDS2016 (Pers Release)

PEBALAP IRAN KUASAI ETAPE EMPAT TDS

AGAM, SUMATERA BARAT – Pebalap asal Iran menguasai etape empat Tour de Singkarak (TdS) 2016 dari Padang Padang menuju Puncak Lawang, Agam, Selasa, setelah tiga wakilnya dari Pishgaman Cycling Team menguasai tiga posisi terdepan.
Adalah Amir Kolahdouz yang finis diurutan pertama dengan catatan waktu catatan wakti 03:59:13 dalam menempuh jarak 151,6 km. Diposisi dua ada Reza Hosseini dan diposisi tiga ada Rahim Emami dengan selisih waktu 14 detik lebih lambat.
Tanda-tanda kemenangan pebalap dari tim juara bertahan kejuaraan yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata ini sejak balapan mendekat Kelok 44 yang merupakan salah satu ikon kejuaraan balap sepeda terbesar di Indonesia yang sudah masuk kalender UCI ini.
Sejak tanjakan Kelok 1, tiga pebalap Pishgaman Cycling Team yaitu Amir Kolahdouz, Reza Hosseini dan Rahim Emami terus memimpin. Tanjakan tinggi patah-patah yang ada mampu didaki dengan cepat bahkan mampu meninggalkan pebalap dibelakangnya.
Satu kilo menjelang finis , tiga pebalap satu tim ini saling bersaing untuk masuk finis terlebih dahulu. Dan ternyata, Amir Kolahdouz yang lebih beruntung karena mampu menggungguli dua rekannya. Pebalap dengan nomor start satu terlihat tenang meski harus mendaki setinggi 1.230 mdpl.
Puncak Lawang merupakan salah satu destinasi andalan di Kabupaten Agam. Posisinya berada dipuncak bukit dan pemandangannya adalah Danau Maninjau. Dilokasi ini juga digunakan untuk olahraga paralayang.
Dengan kemenangan ini, Amir Kolahdouz mampu merebut yellow jersey atau pemimpin klasemen sementara balapan yang masuk seri kedelapan ini dari tangan Ricardo Garcia dari Kinan Cycling Team yang di etape empat hanya finis diurutan enam atau terpaut dua menit 52 detik.
“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia serta event organizer yang mampu mengemas balapan ini dengan baik. Yang jelas hasil yang kami raih saat ini adalah buah dari kerja sama tim. Tim kami banyak memiliki climber,” kata Amir Kolahdouz.
Selain menguasi yellow jersey, Amir Kolahdouz juga menguasai green jersey atau predikat raja sprint serta menguasi polkadot jersey atau predikat raja tanjakan kejuaraan yang masuk tahun kedelapan ini.
Pada etape berat ini, Indonesia tetap mampu menempatkan wakilnya dibarisan depan lewat Dadi Suryadi. Pebalap yang memperkuat Terengganu Cyling Team Malaysia ini mampu menempel trio Iran. Meski jaraknya cukup jauh, pebalap asal Sumedang, Jawa Barat itu mampu finis diurutan keempat.
Pemenang red white jersey atau pebalap Indonesia tercepat di TdS 2016 ini masuk finis di ketinggian Puncak Lawang sendirian dengan catatan waktu 04:00:16 atau terpaut satu menit tiga detik dengan pebalap tercepat.
“Sebenarnya saya bisa bersaing dengan mereka (pebalap Iran), tapi mereka bertiga dan saya sendirian. Jelas mereka lebih unggul. Cukup berat untuk mengejar. Tapi saya bisa mendekat,” kata Dadi Suryadi usai balapan.
Apa yang diraih oleh mantan pebalap Pegasus Cycling Team ini sesuai dengan prediksi awal. Dadi sebelum balapan mengaku akan sekuat tenaga berada di depan. Apalagi di etape empat bisa dikatakan sebagai penentuan. Siapa yang berada didepan akan memimpin klasemen secara umum.
Setelah menyelesaikan etape empat, semua pebalap yang mampu finis akan melanjutkan perlombaan ke etape lima dari Pesisir Selatan menuju Kota Pariaman, Rabu (9/8). (*)

Tags :