• 9849123456
  • admin@tourdesingkarak.info
  • Padang, Sumatra Barat, Indonesia

Etape III: 108 Pembalap Jajal Kelok Sembilan

bA2H6N4CeN

Hari ini, pembalap sepeda Tour De Singkarak (TDS) sebanyak 108 akan memulai start di depan Kantor Bupati Limapuluh Kota dan finish di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah sepanjang 100 Kilometer. Balapan dimulai pada pukul 11.11 WIB dan Finish 13.34, Senin (9/6/2014)

Sejak kemarin pembalap sepeda ini sudah mulai berguguran sebanyak 16 orang, ada gugur menyerah karena tidak sanggup menuntaskan sampai finis ada juga yang mengalami cedera.

Di etape ini ada tiga titik untuk merebut gelar raja tanjakan atau King Of Mountain (KOM) dan satu titik kelas datar dan lurus atau sprint. Tanjakan pertama akan bertemu di titik 7,5 Kilometer setelah start.

Lokasi ini dikenal daerah kelok sembilan. Daerah ini merupakan salah satu ikon Sumatera Barat, panjang rutenya dititik tersebut 766 meter, nanti setelah rute tersebut para pembalap putar arah melewati Kota Payakumbuh.

Masih di Kota Payakumbuh tepat dititik Kilometer 35, akan memperebutkan baju Green Jersey atau adu tercepat di jalan datar dan lurus, panjang jalan untuk kelas sprint ini adalah 536 meter.

Para pembalap juga akan melintasi daerah Pasar Gadut dan Muaro Kalaban di Kilometer 53, daerah Halaban merupakan lokasi rute saat Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara.

Lalu dititik Kilometer 58,5, para pembalap sepeda ini kembali memperebutkan gelar raja tanjakan sepanjang 870 meter. Usai tanjakan para atlet balap TDS ini jalurnya akan menurun melewati daerah Lintau Buo.

Usai dari titik terbut mereka harus kembali merebut gelar raja tanjakan di Kilometer 79,5, titik ini tergolong panjang atau masuk level 1, panjang jalan tanjakan ini 1.141 meter atau satu kilometer lebih. Setelah tanjakan ini, para pembalap tinggal lagi melaju kencang mencapai Istano Basa Pagaruyung.

Setelah mencapai finis para pembalap akan dijamu makan bajamba di istano tersebut, untuk masuk kedalam istana itu para pembalap dan tamu lainnya harus memakai kain sarung.

Selama Etape I sampai III, antusias warga yang melihat balapan sepeda sangat tinggi, mulai dari start sepanjang rute TDS ini jumlahnya mencapai ratusan ribu. Mulai dari orang tua sampai anak-anak melambaikan tangan mereka sambil memegang bendera merah putih dengan yel-yel Indonesia!.

SUMBER : okezone.com –┬áSenin, 09 Juni 2014 09:37 wib