• 9849123456
  • admin@tourdesingkarak.info
  • Padang, Sumatra Barat, Indonesia

Amir Kolahdouz dari Iran Rebut Pamuncak Tour de Singkarak 2016

Padang, Sumatera Barat – Pebalap asal Iran, Amir Kolahdouz benar-benar menguasai kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2016 setelah mampu merebut tiga gelar tertinggi yang diperebutkan pada kejuaraan yang didukung penuh Kementerian Pariwisata itu.
Andalan Pishgaman Cycling Team ini, mampu menjadi pebalap tercepat atau merebut yellow jersey setelah membukukan total catatan waktu 26:08:42 untuk menyelesaikan balapan sejauh 1.074 km yang terbagi atas delapan etape.
Tidak hanya itu, pebalap dengan nomor start satu ini juga memegang predikat sebagai raja tanjakan atau polkadot jersey setelah mengumpulkan 78 poin. Selain ini, Amir Kolahdouz juga menyabet predikat raja sprint (green jersey) setelah mengumpulkan 39 poin.
Prestasi Amir Kolahdouz di TdS 2016 sudah terlihat sejak etape empat yang finis di Puncak Lawang Agam. Pebalap dengan nomor start satu ini mampu finis tercepat di tanjakan yang masuk Hors Category (tertinggi). Setelah itu catatan waktunya sudah bisa dikejar pebalap lain.
“Saya senang dengan prestasi ini. Usaha saya dan tim untuk mengontrol pebalap yang dekat berjalan dengan baik,” kata Amir Kolahdouz saat dikonfirmasi usai menerima hadiah sebesar Rp80 juta.

Selain menjadi yang terbaik secara individu, Amir Kolahdouz juga membawa timnya menjadi yang terbaik atau mempertahankan predikat juara umum untuk Pishgaman Cycling Team, setelah membukukan total catatan waktu 78:35:09.

Khusus untuk Dadi Suryadi tidak perlu kecewa karena pebalap asal Sumedang, Jawa Barat ini berhak menyandang red white jersey atau sebagai pebalap Indonesia tercepat. Prestasi ini sebenarnya telah dipegang sejak etape dua. Bahkan, Dadi unggul lebih dari 15 menit dari pebalap dibelakangnya yaitu Hari Fitrianto dari Black Inc Laos.
“Upaya untuk menjadi yang terbaik terus saya lakukan. Tapi lawan dari Iran (Pishgaman Cycling Team) cukup kuat. Kerjasama mereka sangat bagus. Apalagi mereka memiliki kemampuan yang merata. Saya cukup senang dengan hasil ini,” kata Dadi Suryadi saat dikonfirmasi.

Upaya Dadi Suryadi yang juga pebalap pelatnas untuk persiapan SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 ini unjuk menjadi yang terbaik di TdS 2016 sebenarnya terus dilakukan. Namun, upaya yang dilakukan selalu mendapatkan halangan dari pebalap asal Iran yang tampil dengan solid.
Dadi yang merupakan pebalap dengan spesialisasi tanjakan ini harus berjuang sendiri saat lintasan yang dilalui tanjakan. Hal tersebut terjadi karena rekan satu timnya di Terengganu Cycling Team Malaysia didominasi pebalap dengan spesialisasi sprint.
Dengan berakhirnya TdS 2016 maka usai sudah hajatan Kementerian Pariwisata kali ini. Apalagi balapan di Sumatera Barat ini menjadi yang terpopuler di dunia versi www.worldcyclingstats.com. Ada tiga kriteria yang dijadikan indikator yaitu pemberitaan media massa, media sosial dan keterlibatan masyarakat.
“Memang benar, Tour de Singkarak 2016 sempat menjadi trending topic di media sosial. Ini menunjukkan jika kejuaraan ini banyak mendapatkan perhatian,” kata Race Director Tour de Singkarak 2016, Jamaludin Mahmood.
Dengan selesainya kejuaraan yang masuk seri kedelapan ini maka secara resmi ditutup oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Dalam kesempatan tersebut juga hadir Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Bidang Pasar Personal Kementerian Pariwisata, Raseno Arya. (*)

Tags :