• 9849123456
  • admin@tourdesingkarak.info
  • Padang, Sumatra Barat, Indonesia

Amir bakal ngotot di etape 4 TDS 2014, Dadi pilih bertahan

amir-bakal-ngotot-di-etape-4-tds-2014-dadi-pilih-bertahan

Lomba balap sepeda Tour de Singkarak 2014 kembali dilanjutkan pada Selasa (10/6). Dalam etape empat itu, para pebalap bakal disuguhi trek menantang dan lumayan jauh.

Pebalap Iran bernaung di tim Pishgaman Yazd, Amir Zargari, menyatakan bakal mengeluarkan seluruh kemampuannya guna mempertahankan posisi. Sebab, sampai etape tiga, dia masih memimpin klasemen dengan jarak waktu dua menit dari pebalap lain.

“It was the part of team strategy (itu bagian dari strategi tim). I will 100 percent fight to maintain gap (saya akan berusaha seratus persen dan mempertahankan jarak waktu),” kata Amir dalam jumpa pers di Istano Baso Pagaruyung, Senin (9/6).

Sementara juara dua etape tiga, Dadi Suryadi, menyatakan tidak mempersiapkan strategi khusus menghadapi etape empat. Dia mengatakan hanya berusaha bertahan di barisan depan.

“Kuncinya saya bertahan di rombongan depan saja. Tim Pegasus mendukung saya untuk bertahan. Kalau sudah di depan kan bisa ambil inisiatif lebih cepat,” ujar pebalap tim Pegasus Continental Cycling Team itu.

Dadi menyatakan, tantangan paling berat dalam etape empat adalah menaklukkan jalur Kelok 44. Meski dia mengaku pemandangan di wilayah itu menarik.

“Kelok 44 keren tapi berat. Pas beloknya berat. Pas belok pas nanjak,” sambung Dadi.

Rute lintasan balap pada tahap empat dimulai dari Jam Gadang, Kota Bukittinggi menuju Taman Jelajah Lawang, di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Jarak mesti ditempuh adalah 165 kilometer.

Trek itu diawali dengan jalan menurun dan kemudian menanjak setinggi 1,1 kilometer di wilayah Padang Luar. Selepas itu, para pebalap bakal menikmati kontur jalan menurun hingga 80 kilometer. Di lokasi itu mereka bisa memacu sepeda lebih dari 80 kilometer per jam. Mereka juga bakal mengitari Danau Maninjau.

Kemudian setelah itu, para pebalap bakal kembali dihadapkan pada serangkaian jalan menanjak. Jalur paling berat adalah Kelok 44 hingga menuju Taman Jelajah Lawang. Selain dihiasi tikungan tajam, lintasan itu selalu menanjak panjang dan curam.

SUMBER : merdeka.com –┬áSelasa, 10 Juni 2014 01:41